Bayangkan kamu lagi asyik pacaran, sudah saling janji mau ke pelaminan, tapi pas ngitung gaji bulanan cuma UMR doang. Langsung ciut nyali, kan? “Duh, nikah kok mahal banget, mending tunda aja deh.” Eits, tunggu dulu! Pertanyaan besarnya: menabung untuk nikah dengan gaji UMR itu realistis atau mustahil sih?
Jawabannya: realistis banget, asal kamu punya strategi yang tepat. Banyak pasangan di Indonesia berhasil nikah bahagia tanpa utang, meski gaji pas-pasan. Kuncinya ada di perencanaan, disiplin, dan mau kompromi soal “mewah atau nggak”. Di artikel ini, kita bakal bahas step by step cara menabung untuk nikah dengan gaji UMR, lengkap dengan contoh hitungan dan tips hemat. Siap catat?
Gaji UMR 2026 di Indonesia: Berapa Sih Sekarang?
Tahun 2026 ini, Upah Minimum Regional (UMR) atau lebih tepatnya UMP (Upah Minimum Provinsi) sudah naik lagi. Di Jakarta, misalnya, UMP 2026 ditetapkan Rp5.729.876 per bulan. Lumayan, ya? Tapi di luar Jakarta beda cerita. Jawa Barat sekitar Rp2,3 juta, Jawa Tengah Rp2,3 juta, sementara daerah lain bisa lebih rendah lagi.
Rata-rata nasional UMR berkisar Rp3-5 juta, tergantung provinsi. Buat kamu yang single atau baru mulai kerja, angka ini memang terasa ketat kalau dipakai buat hidup sehari-hari plus nabung besar. Tapi tenang, banyak orang berhasil menyisihkan 20-30% gaji untuk tujuan jangka panjang seperti nikah.
Biaya Nikah di Indonesia: Dari Hemat Sampai “Wow”
Banyak yang bilang biaya nikah rata-rata di Indonesia bisa nyampe Rp100-200 juta. Iya, bener kalau kamu pengen resepsi megah dengan 500 tamu, gedung mewah, dan dekorasi ala selebgram. Tapi itu bukan satu-satunya pilihan!
Realitasnya:
- Nikah super sederhana (akad di KUA + syukuran keluarga): Rp5-15 juta
- Resepsi kecil di rumah atau aula (100-200 tamu): Rp20-50 juta
- Resepsi menengah: Rp50-100 juta
Pernikahan nggak wajib mahal. Yang penting sah secara agama dan negara, plus dirayakan bareng orang terdekat. Kalau kamu dan pasangan sepakat “cukup yang penting halal”, target Rp20-30 juta sudah sangat realistis.
Kenapa Menabung untuk Nikah dengan Gaji UMR Masih Realistis?
Pertama, karena waktu ada di pihakmu. Kalau kamu mulai nabung dari sekarang, meski sedikit-sedikit, lama-lama jadi bukit. Kedua, kamu bisa kontrol biaya nikahnya sendiri. Nggak perlu ikut-ikutan tren “wedding goals” di Instagram.
Ketiga, banyak pasangan yang gaji UMR berhasil nikah dalam 2-4 tahun dengan disiplin finansial. Bahkan kalau nabung berdua (kamu + pasangan), target tercapai lebih cepat. Intinya: bukan mustahil, asal nggak ngotot pengen pesta besar.
7 Tips Ampuh Menabung untuk Nikah dengan Gaji UMR
Ini bagian paling penting. Yuk, langsung praktik!
1. Tentukan Target yang Masuk Akal
Jangan langsung pasang target Rp100 juta. Mulai dari Rp20-30 juta untuk nikah sederhana. Diskusikan sama pasangan: mau akad doang atau ada resepsi kecil? Tulis detailnya biar jelas.
2. Buat Budget Bulanan yang Ketat tapi Manusiawi
Pakai aturan 50/30/20:
- 50% untuk kebutuhan pokok (makan, transport, kos)
- 30% untuk keinginan (jajan, hiburan)
- 20% untuk tabungan + dana darurat
Gaji Rp5 juta? Berarti bisa nabung Rp1 juta per bulan. Kalau UMR lebih kecil, mulai dari 10-15% dulu.
3. Pisahkan Rekening Tabungan Nikah
Bikin rekening terpisah khusus “Dana Nikah”. Langsung transfer di tanggal gajian, sebelum uangnya “hilang” entah ke mana. Pakai autodebet biar nggak lupa.
4. Potong Pengeluaran yang Bisa Dikurangi
Kopi kekinian Rp50 ribu sehari? Kalau dikurangi jadi 3 kali seminggu, sebulan hemat Rp300-400 ribu. Langganan streaming yang jarang ditonton? Cancel aja. Belanja online impulsif? Pakai metode 30 hari: tunggu 30 hari, kalau masih pengen baru beli.
5. Cari Penghasilan Tambahan
Gaji UMR nggak cukup? Tambah side hustle! Jadi freelancer, jualan online, driver ojol weekend, atau content creator. Tambahan Rp500 ribu-Rp2 juta per bulan bisa percepat tabungan.
6. Manfaatkan Investasi Ringan
Jangan cuma ditabung di rekening biasa yang bunganya kecil. Coba reksa dana pasar uang atau emas digital. Return 5-7% per tahun bisa bantu tabungan “tumbuh” sendiri.
7. Nabung Bareng Pasangan
Ini game changer. Kalau kalian berdua nabung Rp1 juta per bulan, dalam setahun sudah Rp24 juta. Dua tahun Rp48 juta. Lebih dari cukup buat nikah sederhana!
Contoh Simulasi Menabung untuk Nikah
Mari kita hitung-hitungan realistis.
Single, gaji UMR Jakarta Rp5,7 juta
- Pengeluaran bulanan: Rp3,5-4 juta (hemat)
- Nabung: Rp1,2 juta/bulan
- Target Rp30 juta
- Waktu: ±25 bulan (sekitar 2 tahun)
Nabung berdua, gaji masing-masing Rp4 juta
- Masing-masing nabung Rp800 ribu/bulan
- Total Rp1,6 juta/bulan
- Target Rp30 juta
- Waktu: ±19 bulan (kurang dari 2 tahun)
UMR kecil Rp3 juta, nabung berdua
- Masing-masing Rp500 ribu/bulan
- Total Rp1 juta/bulan
- Target Rp25 juta (nikah super hemat)
- Waktu: ±25 bulan
Masih realistis, kan? Kalau ada bonus THR atau tunjangan, makin cepat.
Ide Nikah Sederhana yang Tetap Berkesan
Mau hemat tapi nggak murahan? Ini contoh budget Rp25-30 juta:
- Akad di KUA/rumah: Rp1-2 juta (termasuk penghulu, dokumen)
- Cincin + mahar: Rp5-8 juta
- Busana pengantin + MUA sederhana: Rp4-6 juta
- Catering 100-150 porsi: Rp10-15 juta
- Dekorasi + dokumentasi: Rp5-8 juta
- Undangan digital + souvenir simple: Rp1-2 juta
Total masih di bawah Rp30 juta, dan pesta tetap meriah kok. Banyak pasangan sekarang pilih intimate wedding—tamu terbatas, suasana lebih hangat.
Kesimpulan: Mulai Sekarang, Jangan Ditunda!
Menabung untuk nikah dengan gaji UMR bukan mimpi doang—ini sangat realistis kalau kamu mau disiplin dan kompromi. Yang terpenting, nikah itu bukan soal seberapa mewah pestanya, tapi seberapa siap kalian membangun rumah tangga.
Mulai hari ini: buka catatan, hitung gaji, tentukan target, dan sisihkan uang pertama. Lama-lama kamu bakal kaget sendiri melihat saldo tabungan naik. Kamu pasti bisa! Kalau ada pertanyaan, tulis di kolom komentar ya.
