Hai, Mom! Kamu bangun pagi, langsung masak sarapan, antar anak sekolah, cuci baju, bersihkan rumah, masak lagi, jemput anak, bantu PR, dan malamnya baru bisa tarik napas panjang.
Rutinitas seperti ini sering bikin ibu rumah tangga lupa sama diri sendiri. Hasilnya? Capek fisik, tapi yang lebih berat adalah capek mental.
Kadang muncul rasa jenuh, mudah marah, atau bahkan merasa “gue kok gini-gini aja ya hidupnya”. Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak ibu rumah tangga mengalami hal yang sama, dan penting banget untuk mulai menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga sejak dini.
Di artikel ini, aku bagikan 5 tips praktis yang bisa langsung kamu coba. Tips ini sederhana, nggak butuh biaya besar, dan benar-benar bisa dilakukan di tengah kesibukan. Yuk, simak!
Tip 1: Luangkan Waktu Me-Time Setiap Hari, Sekecil Apa Pun
Me-time itu bukan kemewahan, tapi kebutuhan. Bayangkan baterai HP kamu selalu dipakai tanpa pernah dicharge—lama-lama mati total, kan? Nah, pikiran dan hati kita juga begitu.
Banyak ibu rumah tangga merasa bersalah kalau ambil waktu untuk diri sendiri. “Ah, nanti aja, anak butuh ini-itu.” Padahal, kalau kamu bahagia dan tenang, anak dan suami justru lebih nyaman di rumah.
Mulai dari hal kecil. Cukup 15-30 menit sehari sudah cukup bikin beda.
Ide me-time yang mudah:
- Duduk di teras sambil minum kopi/teh sendirian pagi-pagi.
- Mandi lama sambil dengerin musik favorit.
- Meditasi atau tarik napas dalam-dalam 5 menit sebelum tidur.
- Baca buku atau scroll Pinterest tanpa gangguan.
Kalau anak masih kecil, lakukan saat mereka tidur siang atau suami sudah pulang. Bilang ke suami, “Mas, 20 menit aku mau santai ya.” Komunikasi sederhana ini penting banget.
Me-time rutin bikin kamu lebih sabar, lebih energik, dan nggak gampang burnout. Percaya deh, ini fondasi utama menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga.
Tip 2: Jaga Kesehatan Fisik, Karena Badan dan Pikiran Saling Terhubung
Tubuh sehat, pikiran pun ikut sehat. Olahraga melepaskan endorfin—hormon bahagia alami. Makan bergizi bikin mood stabil. Tidur cukup bikin kamu nggak gampang kesal.
Sayangnya, banyak ibu rumah tangga lupa makan tepat waktu atau tidur cuma 5-6 jam karena nunggu anak tidur dulu.
Padahal, tidur minimal 7-8 jam itu wajib. Kalau malam kurang, coba tidur siang bareng anak.
Untuk olahraga, nggak perlu ke gym. Cukup yang ringan tapi rutin:
- Jalan kaki keliling komplek 20-30 menit pagi atau sore.
- Senam aerobik di YouTube sambil anak nonton.
- Membersihkan rumah dengan musik upbeat—itu juga olahraga!
Makanan juga penting. Tambah sayur, buah, dan protein. Kurangi gorengan dan camilan manis berlebihan yang bikin mood naik-turun.
Kalau tubuh terasa lebih fit, otomatis pikiran lebih jernih. Stres pun lebih mudah dikendalikan.
Tip 3: Bangun Support System—Jangan Tanggung Semua Sendiri
Ibu rumah tangga sering merasa harus kuat terus. Padahal, curhat itu penting banget. Punya orang yang bisa mendengarkan tanpa menghakimi bikin beban terasa ringan.
Mulai dari pasangan. Ajak suami ngobrol malam hari. Ceritakan apa yang kamu rasakan, bukan cuma keluh kesah tapi juga harapan. Bilang, “Aku capek banget hari ini, boleh peluk dong?”
Kalau suami sibuk, cari teman atau komunitas. Gabung grup WhatsApp ibu-ibu di komplek, atau ikut arisan. Sekadar ngobrol sambil ngopi bisa recharge energi.
Kalau punya saudara atau orang tua dekat, ajak mereka main ke rumah. Atau kamu yang berkunjung sambil bawa anak.
Intinya, jangan isolasi diri. Manusia butuh interaksi sosial untuk tetap waras. Support system yang baik adalah salah satu cara terbaik menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga.
Tip 4: Temukan dan Rutinkan Hobi yang Bikin Senang
Rumah tangga bukan berarti hobi lama harus dikubur. Justru hobi bisa jadi pelarian sehat dari rutinitas.
Nggak perlu hobi mahal. Yang penting bikin kamu flow—lupa waktu karena asyik.
Contoh hobi mudah untuk ibu rumah tangga:
- Berkebun kecil-kecilan di pot.
- Memasak resep baru (bisa sekalian buat keluarga).
- Menggambar atau mewarnai buku dewasa.
- Menulis jurnal atau blog sederhana.
- Menjahit, merajut, atau craft dari barang bekas.
Mulai dari 1-2 kali seminggu. Lama-lama, hobi ini bikin kamu punya “identitas” lagi di luar jadi ibu dan istri. Rasa pencapaian kecil dari hobi bisa boost mood luar biasa.
Tip 5: Kelola Tugas Rumah Tangga dengan Bijak—Delegasi dan Turunkan Ekspektasi
Rumah harus kinclong, masakan harus enak, anak harus perfect—ekspektasi ini sering datang dari diri sendiri atau lingkungan. Padahal, perfeksionis justru bikin stres.
Belajar bilang “cukup baik” saja. Rumah berantakan sedikit nggak apa-apa. Makanan sederhana tapi bergizi juga oke.
Buat jadwal harian yang realistis. Prioritaskan yang penting. Tugas lain bisa ditunda atau dibagi.
Delegasi itu kunci. Ajari anak beresin mainan sendiri. Minta suami bantu cuci piring atau jemput anak. Kalau ada asisten rumah tangga, manfaatkan sebaik-baiknya.
Dengan mengelola tugas lebih bijak, kamu punya ruang napas. Beban mental berkurang, dan kamu bisa fokus ke hal yang benar-benar penting—termasuk diri sendiri.
Kesimpulan: Mulai dari Satu Tip Aja, Mom!
Menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga nggak harus sempurna dari hari pertama. Pilih satu tip yang paling mudah buat kamu, jalani seminggu, lalu tambah yang lain.
Yang terpenting, ingat: kamu berhak bahagia. Kalau kamu sehat mentalnya, keluarga juga ikut bahagia. Kalau suatu saat merasa sangat berat—mudah menangis, cemas berlebih, atau kehilangan minat sama apa pun—jangan ragu konsultasi ke psikolog ya. Itu tanda kekuatan, bukan kelemahan.
Semangat terus, Mom! Kamu hebat banget sudah bertahan sejauh ini.


