Workshop Literasi Digital dan Robotika FT UNJ: Kolaborasi Seru dengan Disdik DKI Bikin Anak Jakarta Melek Teknologi
Pendidikan

Workshop Literasi Digital dan Robotika FT UNJ: Kolaborasi Seru dengan Disdik DKI Bikin Anak Jakarta Melek Teknologi

Bayangkan anak-anak sekolah lagi asyik merakit robot sederhana, sambil belajar cara aman berselancar di internet. Kedengarannya keren, kan? Di tengah era digital yang semakin gila ini, anak-anak kita butuh bekal lebih dari sekadar pelajaran biasa. Nah, baru-baru ini, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Gliter Jak menggelar workshop super asyik bertajuk “Membangun Literasi Teknologi Murid Melalui Elektronika, Robotika, dan Inovasi Digital”.

Acara ini diadakan pada 13 Februari 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, dan diikuti puluhan murid SMP, SMA, sampai SMK se-Jakarta. Bukan cuma teori, tapi langsung praktik! Anak-anak diajak mengenal dasar elektronika, merakit robot, dan paham inovasi digital. Workshop literasi digital dan robotika FT UNJ ini jadi bukti nyata bahwa belajar teknologi bisa fun banget, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

Di artikel ini, kita bakal bahas detail acaranya, apa saja yang dipelajari, dan kenapa kegiatan seperti ini penting buat anak-anak kita. Yuk, simak!

Apa Sih Workshop Literasi Digital dan Robotika FT UNJ Ini?

Workshop ini bukan acara biasa. Ini kolaborasi keren antara FT UNJ—khususnya Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika—dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Gliter Jak, yang merupakan komunitas guru literasi di Jakarta.

Tujuannya sederhana: memperkuat literasi teknologi sejak dini. Anak-anak diajak memahami elektronika dasar, robotika, dan inovasi digital melalui cara yang interaktif dan menyenangkan.

Dekan FT UNJ, Prof. Dr. Neneng Siti Silfi Ambarwati, bilang begini: “Melalui pelatihan robotika dasar ini, anak-anak bisa belajar secara konkret dan aplikatif. Mereka mengenal komponen, logika sistem, sampai berpikir sistematis—dari merancang, mencoba, evaluasi, hingga memperbaiki.”

Beliau juga menekankan, di robotika, kesalahan itu bagian dari proses. Yang penting, anak-anak berani mulai, bertanya, dan improve. Siapa tahu, dari sini lahir inovator masa depan Indonesia!

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dr. Nahdiana, M.Pd., yang dorong anak-anak kuasai teknologi dengan bijak.

Kegiatan Seru yang Bikin Anak-Anak Antusias

Workshop ini berlangsung dari pagi sampai siang, dan pesertanya sekitar 76 murid dari berbagai sekolah di Jakarta. Apa saja yang mereka lakukan?

Pertama, ada pembukaan meriah dengan pembacaan puisi “Guru Hebat Indonesia”. Lalu, materi utama disampaikan oleh Dandy Cahyo Purnomo, M.Eng., dosen dari Swiss German University yang ahli di mekatronika dan kendaraan listrik hybrid.

Dia jelasin dasar-dasar elektronika dan simulasi robotika. Setelah itu, yang paling ditunggu: praktik langsung! Anak-anak dibantu mahasiswa BEM Elektronika UNJ untuk merakit dan uji coba robot sederhana.

Ada juga sesi diskusi interaktif, tanya jawab, yang bikin suasana makin hidup. Bayangin, anak SMP lagi debat soal cara bikin robot jalan—pasti seru abis!

Oh ya, di acara ini juga diperkenalkan ERIC 2026, yaitu Electronics Robotics Innovation Competition. Ini kompetisi robotik internasional yang bakal digelar FT UNJ tahun depan. Jadi, workshop ini seperti pemanasan buat anak-anak yang mau ikutan.

Kenapa Literasi Digital Penting Banget Buat Anak Sekolah?

Di zaman sekarang, anak-anak lahir sudah pegang gadget. Tapi, tahu cara pakainya dengan benar? Nah, literasi digital jawabannya.

Literasi digital bukan cuma bisa buka YouTube atau main game. Lebih dari itu, ini soal bisa akses informasi dengan cepat dan benar, bedain mana berita asli mana hoax, sampai pakai teknologi secara aman.

Beberapa manfaat utamanya:

  • Meningkatkan akses informasi: Anak bisa cari bahan pelajaran sendiri, ikut kursus online, atau eksplor topik baru di luar sekolah.
  • Melatih berpikir kritis: Mereka belajar evaluasi sumber, nggak gampang termakan konten negatif.
  • Lebih efisien belajar: Dengan tools digital, tugas jadi lebih cepat selesai, kolaborasi dengan teman pun mudah.
  • Aman di dunia maya: Paham privasi, hindari bullying online, dan pakai internet secara etis.

Tanpa literasi digital, anak rentan kena jebakan online. Makanya, workshop seperti yang diadakan FT UNJ ini super relevan.

Belajar Robotika Sejak Dini: Investasi Buat Masa Depan Anak

Robotika sering dianggap cuma buat anak kuliah teknik. Padahal, mulai dari SMP atau bahkan SD sudah oke banget!

Kenapa? Karena robotika latih banyak skill sekaligus.

Ini beberapa manfaatnya:

  • Problem solving jago: Anak belajar pecah masalah jadi langkah kecil, coba solusi, kalau gagal ya coba lagi.
  • Logika dan coding dasar: Merakit robot ajarin pemrograman sederhana, bikin anak berpikir terstruktur.
  • Kreativitas meledak: Dari komponen biasa, mereka bisa ciptain robot unik sesuai imajinasi.
  • Kerja tim dan sabar: Biasanya dikerjain bareng, plus proses trial-error butuh kesabaran.
  • Siap era Industri 4.0: Masa depan banyak pekerjaan butuh skill teknologi, dari AI sampai otomasi.

Seperti kata Prof. Neneng, robotika ajarin critical thinking, creativity, collaboration, dan communication—empat C pendidikan abad 21.

Di workshop FT UNJ, anak-anak langsung praktik, jadi nggak cuma teori doang.

Kolaborasi Ini Bisa Jadi Contoh Buat Daerah Lain

Yang bikin workshop ini spesial adalah sinerginya. Universitas, dinas pendidikan, dan komunitas guru bergabung demi satu tujuan: bikin anak Jakarta melek teknologi.

FT UNJ janji lanjutkan kolaborasi ini, seperti mentoring kompetisi, kelas lanjutan, sampai bantu sekolah bangun ekosistem inovasi.

Bayangin kalau setiap provinsi punya program serupa. Anak-anak Indonesia bakal lebih kompetitif di kancah global.

Buat orang tua atau guru yang baca ini, coba cari kegiatan serupa di daerahmu. Atau mulai dari rumah: ajak anak main kit robotika sederhana, atau ikut kursus online gratis.

Kesimpulan: Saatnya Anak Kita Melek Teknologi dengan Cara yang Fun

Workshop literasi digital dan robotika FT UNJ ini bukti bahwa belajar teknologi nggak harus kaku dan membosankan. Dengan kolaborasi apik bersama Disdik DKI dan Gliter Jak, anak-anak Jakarta dapat pengalaman berharga yang bakal ngebantu mereka di masa depan.

Dari praktik merakit robot sampai paham inovasi digital, semua dirancang supaya anak enjoy sambil belajar skill penting. Semoga kegiatan seperti ini makin sering digelar, ya!

Kamu punya pengalaman ajak anak belajar teknologi? Share di komentar dong!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *